Sabtu, 22 Juni 2024

Say What Your Heart Is Feeling


Nonversation

Written By Valerie Patkar


 πŸŽ΄ Nonversation

Penulis : Valerie Patkar
Penerbit : Bhuana Sastra
Genre : Romance, Friendship, Family Issue, Grief Acceptance (17+, πŸ’‹ scene) 
Tebal : 341 Halaman
Rate : ⭐ 4,8/5

"terkadang, ketika kita sayang sama seseorang, ada baiknya hanya kita yang tahu. supaya kita bisa menikmati sayang itu sendiri. tanpa penolakan, tanpa ada yang menjauh, tanpa ada yang sakit. semua kadang memang jauh lebih indah ketika nggak ada yang tahu perasaan kita" - hal. 165 πŸ₯Ί❤‍🩹


⋆。‧˚ʚ πŸŽ€ About Nonversation πŸŽ€ Ιž˚‧。⋆

bercerita tentang perjalanan hati seorang dirga, theala dan trian. dirga dan theala merupakan dua orang sahabat yang sangat akrab. bak kata orang² tidak ada persahabatan laki² dan perempuan yang tidak melibatkan perasaan. begitu pula yang terjadi diantara keduanya. dirga dengan perasaannya untuk theala, namun theala tidak sebaliknya. 

dirga tau bahwa theala menaruh hati kepada trian, teman dirga. demi persahabatan, ia rela memendam apa yang ia rasa dan berusaha untuk menyatukan theala dan trian meski perasaannya dipertaruhkan. tidak tau kapan dirga memiliki keberanian untuk mengatakan isi hatinya kepada theala. apakah sesegera mungkin atau bahkan ketika kehilangan sudah di depan mata? 

theala juga sama, hanya saja ia tidak yakin benar bahwa perasaan mengganggu yang ada di dalam hatinya adalah perasaan sayang yang berbalut kata cinta. ia hanya menganggap dirga sebagai seorang sahabat, namun kenyamanan yang ada membuatnya terlupa bahwa mereka hanya sekedar sahabat. bagaimana bisa theala mengatakan bahwa ia suka sedangkan ia sendiri tidak tau perasaan apa yang menghampiri dadanya kala bertemu dengan dirga.


⋆。‧˚ʚ πŸŽ€ My Reaction When Reading πŸŽ€ Ιž˚‧。⋆

tiga kata buat novel ini. greget, greget dan greget. aagghhh!!!!!! bawa perasaan banget baca novel ini. emosi, sedih, kesel, salting (kalau yang ini ga bakalan ketinggalan🀭) semua deh pokoknya. aku sampai bolak balik tarik napas, nahan emosi setiap ngelihat dirga yang pura-pura kuat. dibeberapa scene aku bertanya-tanya, emang kalau suka sama seseorang harus banget korbnin diri sendiri sampai terluka? bukannya itu gak adil?

berasa pengen wakilin dirga buat sampein perasaannya depan theala (ga mau pake nama ela, soalnya nama panggilan itu cuma bole dipake dirga πŸ™) ngeliat dirga tuh kaya "ini manusia kenapa sih??? sesusah itu ya buat ngomong aku butuh kamu, sayang kamu. ily. sesusah itu? iya?" giliran diambil orang aja pundung, mana so' kuat πŸ˜’ 

kalau memang sudah yakin benar pengen relain perasaan buat kebahagiaan dunia kita, harusnya kamu kuat. bukan malah pura-pira rela dan berakhir sakit sendiri. mana ada orang yang tau tentang perasaan kamu kecuali diri kamu sendiri. kalau gak bisa obatin yang terluka, seenggaknya jangan buat dia terluka dong!!! love myself adalah hal terpenting dari apapun.

pantesan orang² bilang, "kalau suka itu ngomong". nah, dari novel ini aku belajar tentang itu. kayanya gapapa deh buat confess, ditolak atau diterima urusan belakangan, yang terpenting dia tau apa yang kita rasa. lebih baik sakit karena ditolak daripada sakit karena nyesal ga berani buat nyatain perasaan. eh, iya ga sih? ga tau juga deng, heheh πŸ˜‚ seriusan aku ga tau, tapi kalo diliat dari kisahnya dirga, kayanya gitu. menurut kalian gimana? 

btw suka amay sama dirga, tapi kalau nemu modelan kaya dia di real life kayanya engga dulu ☺πŸ™ sama theala dia emang baik, banget malahan, tapi sama yang lain. rasanya gak adil banget mainin perasaan perempuan lain cuma karena perasaan dia yang gak baik-baik aja. itu gak adil. really-truly-absolutely unfair. kalau trian, emn πŸ€” oke sih, cowo yang sayang keluarga emang gentle abis. tapi kalau masih gamonin mantan, skip deh. 

sebenarnya ada diposisi dirga dan trian itu memang gak enak banget. beneran gak mudah untuk jadi dirga, pun sama dengan trian. dirga harus relain perasaannya demi kebahagiaan theala. tapi disisi lain aku juga mikir, kalau apa yang dilakukan dirga juga gak bener. meskipun dia sedekat itu dengan theala, tetap aja dirga gak tau apa yang sebenarnya ada di dalam hati dan pikiran theala. dirga hanya tau apa yang disampaikan oleh theala. harusnya dia gak ambil keputusan sebelah pihak. emangnya siapa yang jamin kalau theala bakalan lebih bahagia dengan adanya keputusan dirga? buktinya engga kan?

sedangkan trian, ada di posisi dia juga sama sakitnya. dia gak jahat, cuma keadaan yang buat dia sedikit tega untuk lukain theala. trian cuma mau dibutuhkan. iya, hanya sesederhana itu. tapi sayangnya theala gak bisa kasih satu-satunya hal yang trian mau. tapi balik lagi ke theala, itu bukan salahnya. lagi-lagi ini semua adalah kesalahan keadaan.

oh ya, satu lagi. ini penting nih!!! ada satu kalimat yang aku suka banget dari novel ini. ga mau tau, kalian juga harus suka!! 

πŸ’Œ jangan lupa bahagia hari ini πŸ’Œ

mana buku tulisnya? ayo buruan dicatet!!!!!


⋆。‧˚ʚ πŸŽ€ My Review For You (Based My Opinion) πŸŽ€ Ιž˚‧。⋆

tulisan kak valerie selalu berhasil buat aku jatuh cinta. alur novel ini sedikit lambat, tapi aku nikmati setiap moment yang ada. narasinya itu loh, rapi abis πŸ˜©πŸ‘ selalu berhasil deskripsiin latar, atau karakter dan perasaan² setiap tokoh. nonversation bukan novel dengan plot twist yang bejibun. big no!!!! baca novel ini serasa diajak terlibat dalam alur cerita. bukan "eh ini akhirnya gimana ya?" atau "abis ini gimana ya?", bukan. bukan tentang itu!!! inilah kenapa aku bilang kalau alur novel ini lambat. pakai alur campuran juga. ada beberapa scene yang menggambarkan kilas balik ke masa lalu. tapi tenang aja, perpindahan alur ga mendadak. jadi kita ga bakalan bingung. 

penokohan juga WOW banget. ga melenceng sana sini, kokoh pwoll πŸ”₯ karakter setiap tokoh itu jelas. saking jelasnya, aku sampe mikir "ini kalo ada temenku yang kaya theala, kayanya harus diajakin ke psikiater deh? manusia² silent sufferer kaya theala ini beneran ga sehat" seperti kebanyakan novel kak valerie, nonversation juga pakai sudut pandang orang pertama. pov theala, dirga dan trian. emn, penggunaan "gue"  kurang pas diaku πŸ˜” novel ini juga banyak selipan bahasa Inggrisnya, and i like it 😚❤ aku suka itu. secara ga langsung aku belajar, vocab aku juga nambah. 


⋆。‧˚ʚ πŸŽ€ My Fav Quotes πŸŽ€ Ιž˚‧。⋆


seperti biasa, novel kak Valerie selalu punya ciri khas, penulisan narasi yang halus dan penuh akan makna. sebenarnya ada banyak kalimat yang pengen banget aku tunjukin ke kalian, tapi satu kalimat ini berhasil buat aku ngelupain beberapa kalimat bagus lainnya. oh ya, maksud aku kalimat kedua yang diberi highlight ya.

"tumbuh dewasa, gue semakin mengerti kenapa kita nggak boleh dengan mudah menganggap seseorang segalanya. kita nggak boleh menjadikan seseorang punya arti sebesar dunia. karena saat mereka pergi, lo nggak punya satu pun yang tersisa. semua juga pergi. segalanya pergi. dan lo nggak punya apa-apa lagi"

kalimat ini seakan-akan cuma kasih tau, kalau semakin dewasa kita semakin kita harus sadar bahwa orang-orang akan berjalan di alurnya msing-masing. gak boleh menganggap seseorang segalanya, karena kalau orang itu pergi maka kamu juga akan kehilangan segalanya.

aku mau kasih tau ke kalian satu kaliamt sederhana yang menurut aku luar biasa namun bagi sebagia orang ini merupakan hal yang jahat. egois demi diri sendiri bukanlah sebuah kesalahan. kita gak bisa memberikan hati sepenuhnya kepada orang lain, menjadikan orang itu segalanya. karena apa? ya karena konsep dasar kehidupan adalah "egois demi diri sendiri bukanlah sebuah kesalahan"

seandainya suatu saat dia yang kamu sebut segalanya harus pergi dari kamu dan gak membiarkanmu untuk pulang lagi ke dirinya, apa yang bisa kamu lakukan? tetap memaksa keadaan dan yakin kalau keputusanmu adalah yang terbaik? sedangkan dia sendiri punya kehidupan dan keputusan untuk kebaikan dirinya sendiri. kamu bisa apa?

jika kamu sudah bersiap sedari awal, menyadari bahwa tidak bisa meletakkan seluruh rasa kepada seseorang, tentunya kamu tidak akan terluka. ya meskipun terluka, kamu tau apa obatnya. bagaimana jika sebaliknya? kamu tidak punya persiapan apapun untuk menghantarkan kepergiannya? kamu akan terus menerus terluka? berlarut-larut dalam kesedihan dan meracau bahwa dunia tidak adil?

oh no. BIG NO!!!!! kamu terlalu berharga untuk itu. 

hatimu rapuh, maka jaga dia. jangna sampai patah berserakan hanya karena egomu. jangan terlalu mudah memberikannya kepada orang yang bahkan kamu sendiri tidak yakin apakah dia akan selalu menetap atau tidak. boleh menitipkan perasaan kepada orang lain, boleh sekali. namun kamu harus tau takarannya. jangan hanya karena dia baik menurutmu lantas kamu memberikan segalanya. kamu yang paling tau tentang dirimu sendiri. jika bukan kamu yang menjaga dan membahagiakannya, lantas siapa lagi?


⋆。‧˚ʚ πŸŽ€ For My Beloved πŸŽ€ Ιž˚‧。⋆

temen²ku tersayang, yang lagi semangat buat mendam perasaan, yang setiap mau confess selalu "iya ga ya? kalau ditolak gimana? malu ga sih? parahnya lagi dia ilfeel. aduh, ga usah deh. kapan² aja" - batalin niat confess yang kesekian kalinya, kalian harus mampir ke sini. baca novel ini!!! HARUS!!!! gada tapi²an.

nonversation beneran cocok buat kamu yang lagi berada di fase itu, jadi tunggu apa lagi?
aku tunggu reaksi kalian di kolom komentar πŸ™†πŸ’ž



jaga kesehatan fisik dan juga hati!!!! jangan terlalu keras sama diri sendiri ya



love you and bye bye
tungguu aku di postingan selanjutnya πŸ’¬πŸ’•

Sabtu, 08 Juni 2024

Sebab Tidak Baik-Baik Saja Bukanlah Sebuah Kesalahan

 Tiga Belas Jiwa

Written by Slsdlnrfzrh

πŸ₯ Tiga Belas Jiwa

Penulis : Slsdlnrfzrh
Penerbit : Sunflower Publisher
Genre : Friendship, Family, Romance, Comedy (Psychology, Harshwords 17+)
Tebal : 804 Halaman
Rate : ⭐ 4,7/5

"kamu tau nggak, bahwa yang paling mengerikan di dunia ini adalah masa lalu? ketika kamu nggak bisa berdamai dengan mereka, maka kamu harus berperang dan siap untuk kalah" - hal. 729


⋆。‧˚ʚ πŸ©Ί About Tiga Belas Jiwa πŸ©Ί Ιž˚‧。⋆

bercerita tentang tiga belas dokter yang tengah bekerja di sebuah rumah sakit jiwa. awalnya, mereka tidak saling mengenal meskipun bekerja di tempat yang sama.

 semua berawal dari kemenangan mereka di acara perlombaan 17 agustus yang diadakan oleh pihak rumah sakit. mereka membuat grup whatsapp untuk membagi hadiah sama rata, namun siapa sangka hal tersebut adalah awal mula sebuah persahabatan yang kuat terjalin. dan dari sanalah sebuah kisah manjiw (mantap jiwa) squad dimulai. 


⋆。‧˚ʚ πŸ©Ί My Reaction When Reading πŸ©Ί Ιž˚‧。⋆

baca novel ini defenisi dari ketawa ketiwi sambil belajar. ga bohong banget kalo aku bilang, aku banyak belajar tentang dunia psikologi dari novel ini. aku sampe se-excited itu buat ajakin temen ku untuk ikutan baca juga. 

aku, kalau diminta buat milih salah satu dari tiga belas jiwa ini sambil merem juga oke. cap cip cup, untung semua. mereka emang se-green flag itu woeee, kecuali mada kayanya, hehe. ijo sih ijo, tapi yang ijo rada gelapan gitu. mada, maap ya πŸ™

baca ini asik banget, apalagi kalo mereka udah kumpul dan bahas tentang kodok anggora krisna, auto ketawa ngik-ngik sendiri 😭 seriusan dah, aku masih penasaran, itu kodok bentukannya gimana πŸ™‚πŸΈ

ga cuma nikmatin komedinya, aku juga suka banget kalo pembahasan uda mengarah ke dunia psikolog. cerita tentang ody misalnya. cerita hidup ody ngajarin aku buat gak maksain keadaan. kamu punya batas kemampuan, dan aku mohon banget (especially to myself) jangan pernah langgar batasan itu. kamu ga bakalan sanggup dan tentu kamu bakalan tertekan. jadi gapapa buat bilang "gak bisa" buat hal-hal yang kamu gak mampu πŸ™†‍♀️❤‍🩹

meskipun 800an halaman, baca novel ini sama sekali gak ngebosenin!!!! percaya deh sama aku ☺πŸ™Œ

teman-temen aku yang uda baca, mana suaranya????? hati kalian jatuh ke siapa???? spli spil spil!!!! penasaran banget nih (itu juga kalau kalian bisa milih πŸ™‚πŸ‘)


⋆。‧˚ʚ πŸ©Ί My Review For You (Based My Opinion) πŸ©Ί Ιž˚‧。⋆

awalnya aku mikir, ini novel kenapa bisa tebel banget. kalo dibawa kemana-mana uda kaya nentengin kamus 😭 tapi setelah aku baca, baru deh ngerti. 

kan judulnya tiga belas jiwa tuh, pastinya nyeritain tentang tiga belas orang dong. nah, novel ini pakai sudut pandang orang pertama, jadi ketiga belas orang itu punya pov nya masing-masing. ya gimana ga tebel coba. 

menurut aku, novel ini belum bener-bener kelar. kalo kataku, harus ada lanjutannya. atau minimal extra part nya ngepasin ke seribu halaman deh, hehehehe πŸ˜‚ aku masih pengen tau tentang perjuangan arthur buat banggain ibunya, tentang keluarga mada, dan yang terpenting nasibnya bang johan sama teteh-teteh tata boga 😁

novel ini tuh "..." in one. semua diembat. tentang pertemanan iya, keluarga iya, cinta juga iya, dunia psikolog apa lagi! dah la, top pokoknya πŸ₯°πŸ‘

alur tiga belas jiwa rapi banget, meskipun pov nya ganti-ganti, tapi alur cerita gak rusak sama sekali. agghhh, pokoknya suka 😩❤ cuma, untuk pov ketiga belas jiwa ini, aku masih sering ketuker. ciri khas tiap karakter masih abu-abu. abu loh ya, bukan hitam. itu artinya, ada karakter yang punya ciri khas, dan ada juga yang engga. fifty fifty gitu deh. 

karakter di novel ini tuh banyak. tokoh utamanya aja ada 13. terus ketiga belas ini punya gebetan, punya keluarga. belum lagi setiap tokoh punya konflik di kehidupan masing-masing. kebayang kan sepadet apa isi novelnya πŸ™‚ sampai-sampai otak aku harus kerja ekstra buat ngingetinnya. sambil cetet tipis-tipis juga πŸ˜ƒπŸ‘

kaya yang udah aku bilang di atas, kalo novel ini pake sudut pandang orang pertama, dan penggunaan kata 'gue' ga pas diaku. di "AKU" loh ya πŸ™ kali aja dari kalian ada yang suka, hehe


⋆。‧˚ʚ πŸ©Ί My Fav Quotes πŸ©Ί Ιž˚‧。⋆


sebagai novel dengan latar belakang psikologi, tiga belas jiwa banyak banget nyelipin ilmu di dalamnya. kesannya tuh kaya kita diajak belajar tapi pakai cara yang menyenangkan dan gak ngebosenin. dari novel ini ada banyak banget hal baru yang aku pelajari, mulai dari belajar untuk berdamai dengan masa lalu, lepas dari trauma, menerima segala kekurangan sampai dengan melepaskan yang menyakitkan.

novel self improvment yang berkedok menjadi non-fiksi komedi. sebenarnya ada banyak quotes bagus di novel ini, dan aku sempeet bingung buat pilih mana yang bakalah aku bahas. tapi kalimat "say help if you need a help" beneran buat aku jatuh cinta. kalimat ini terlihat sederhana tapi engga buat aku. kalimat ini aku todongkan buat manusia-manusia yang gak enakan, kaya aku misalnya. hehehe

kadangkala kita merasa sok kuat sampai-sampai gak berani buat ngakuin kalau kita gak bisa dan butuh pertolongan. yang terjadi apa? tentu saja rasa tertekan yang bakalan dirasaian. kalau kita gak bisa melakukan suatu hal dan memaksa untuk bisa, rasanya bakalan sakit banget. atau stres, mungkin.

karena itu, ngerasa buat gak bisa dan minta tolong itu gak apa-apa banget. kamu gak bakalan terlihat lemah dan lebih rendah ketika meminta tolong. semua orang punya keurangan dan kelebihan, oleh karena itu Allah menciptakan kita berbeda-beda. buat apa? ya buat saling melengkapi. si A menolong dan menambal kekurangan si B dan begitu pula sebaliknya.

jadi gak perlu malu dan takut untuk bilang "aku butuh pertolongan", kamu gak harus selalu terlihat sempurna kok.


virtual hug!!!!!

see you and bye bye ❤


Say What Your Heart Is Feeling

Nonversation Written By Valerie Patkar  πŸŽ΄ Nonversation Penulis : Valerie Patkar Penerbit : Bhuana Sastra Genre : Romance, Friendship, Famil...